Rabu, 20 Agustus 2014 / 22 Syawwal 1435 H
Info Kabupaten
KARANG TARUNA MUARO GELAR LOMBA PIDATO ADAT

Kamis, 09/05/2010 13:54 WIB

Dalam upaya melestarikan nilai-nilai adat dan budaya, karang taruna Saiyo Sakato Nagari Muaro Kecamatan Sijunjung menggelar lomba pidato adat yang diikuti utusan 9 nagari yang ada di Kecamatan Sijunjung.

Dalam lomba yang digelar Senin (21/5) itu utusan dari Nagari Muaro keluar sebagai juara pertama. Sementara posisi kedua ditempati utusan dari nagari Sijunjung dan juara tiga kembali direbut utusan dari Nagari Muaro. Sedangkan utusan Nagari Pematang Panjang hanya menempati posisi keempat atau juara harapan satu.

“Selain mendapatkan tropi, masing-masing pemenang juga diberikan uang pembinaan yang telah disediakan panitia,” ujar pembina Karang taruna Saiyo Sakato, Zulkarnain.    Menurutnya, lomba pidato adat dengan topik maanta marapulai baru pertama kali dilaksanakan. Kendati tidak seluruh nagari di Kecamatan Sijunjung yang mengirim utusannya, tapi kegiatan yang digagas karang taruna ini cukup mendapat sambutan dari masyarakat. Lomba pidato adat ini akan menjadi agenda tahunan Karang Taruna Saiyo Sakato, yang pada bulan Juni mendatang juga akan dinilai oleh tim Provinsi Sumatera Barat.         

“Ini yang kita harapkan dari ivent yang digelar ini, dimana kegiatan ini dapat memancing animo masyarakat, tidak saja untuk menyaksikan lomba, tapi juga bagaimana setiap nagari di Kecamatan Sijunjung nantinya dapat memberikan pembinaan dan pelatihan pidato adat kepada generasi muda, sehingga budaya yang kita miliki itu tetap lestari dan tidak terlindas oleh perkembangan zaman,” tuturnya.

Menjawab pertanyaan, Zulkarnain yang juga merupakan ketua LSM LP3I Kabupaten Sijunjung ini mengatakan, di Nagari Muaro pembinaan adat terhadap generasi muda telah berjalan cukup lama, termasuk pelatihan pidato adat. Pelatihannya dilaksanakan 1 kali 15 hari bertempat dirumah gadang suku Patopang. Sementara tenaga pelatih merupakan tokoh-tokoh yang mahir pidato adat yang ada di nagari Muaro serta ditambah pelatih dari nagari tetangga.

Paldi Muhendra, salah seorang tim juri menjelaskan, dalam lomba pidato adat dengan topik maanta marapulai ini materi yang dinilai adalah isi pidato dan prosesi acara. Ini akan tergambar disaat peserta menyampaikan pidatonya. Kemudian Talibun yang meliputi olah vokal, intonasi dan penghayatan materi serta adab.

Kepala Dinas Pariwisata Seni, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Parsenibudpora) Kabupaten Sijunjung, Yusrizal, SE, ketika dimintai komentarnya seputar kegiatan yang dilaksanakan karang taruna Saiyo Sakato, sangat menyambut baik upaya yang dilakukan organisasi pemuda tersebut. “Kita sangat menyambut positif kegiatan ini, karena itu merupakan salah upaya untuk melestarikan adat dan budaya Minangkabau. Dan Dinas Parsenibudpora akan mendukung, termasuk memfasilitasi berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan tersebut,” katanya.

Meski belum seluruh nagari di Kecamatan Sijunjung yang mengikutinya, tambah Yusrizal, tapi setidaknya karang taruna Nagari Muaro telah memulai terlebih dahulu dan ia berharap dapat pula diikuti oleh nagari lainnya di Kabupaten Sijunjung. “Kita berharap ivent ini nantinya bisa digelar di tingkat kabupaten, dan untuk itu Dinas Parsenibudpora siap untuk membantu secara all out,” terangnya. - Eri Chaniago


Bookmark and Share   counter  Share


Info Terkait

BURAMNYA POTRET DUSUN SUNGAI DUO