Sabtu, 23 Agustus 2014 / 25 Syawwal 1435 H
Info Kabupaten
SETIAP YANG BERNYAWA PASTI MATI

Senin, 30/05/2011 08:39 WIB

Manusia yang mengaku beragama Islam, tapi tidak mendirikan shalat, lebih hina dari hewan. Sesuai firman Allah dalam Al Quran, hewan yang tidak berakal saja, mendirikan shalat dengan caranya. Oleh karena itu, jika ada manusia yang mengaku beragama Islam tapi tidak shalat, tentunya lebih hina dari hewan, kata buya H. Abdul Muis, Kamis (26/5), di Muaro Sijunjung.           

Firman Allah SWT dalam Al Quran yang artinya ‘tidakkah kamu tau bahwasanya Allah; kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetaui (cara) sembahyang dan tasbih, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.’

Bila surat An-nur ayat  ke-41 ini, dicerna, detelaa dan dihayati, orang cerdas akan mampu mengambil kesimpulan bahwa setiap yang bernyawa, shalat dan bertasbih kepada Allah SWT. Baik burung yang berterbangan di angkasa, maupun hewan yang melata dan merangkak di bumi.

Mereka mendirikan shalat jelas dengan caranya. Sebagai insan lemah, manusia  memang tidak akan tau bagaimana cara serta bila dan dimana mereka shalat. Tapi Allah SWT mengetahui apa yang mereka kerjakan.

 “Dengan dasar dan landasan firman Allah inilah saya katakan umat Islam yang tidak mendirikan shalat lebih hina dari hewan, karena hewan yang tidak berakal saja shalat dan bertasbih kepada Allah SWT,” tandas buya.

Selain lebih hina dari hewan, Abdul Muis juga mengatakan bahwa manusia yang tidak shalat sama dengan mayat berjalan.

Dalam tubuh manusia yang hidup adalah qolbu, sedangkan raga adalah kerangka. Qolbu akan hidup bila pemiliknya mendirikan shalat yang lima kali sehari semalam. Sekali meninggalkan shalat, qolbu akan mati. 

Apa lagi tidak mengerjakan shalat sama sekali, pada hakikatnya qolbu manusia itu sudah mati total. Jika masih hidup dan beraktifitas, ulama menyebutkan sosok itu adalah mayat berjalan.

Justru itu, mumpung masih ada waktu, sebelum nyawa dicabut oleh Yang Maha Kuasa, insan yang lalai mendirikan shalat atau tidak shalat sama sekali,  insyaf, sadar dan segera bertaubat.

Jangan mengulur-ngulur waktu dan menyia-nyiakan kesempatan, karena kapan sakratulmaut menjelma, tidak seorang manusia pun mampu menerka dan meramalkan. Yang jelas setiap yang bernyawa pasti mati.

Tapi kapan dan di mana, itu adalah rahasia Tuhan. Boleh jadi setelah menunaikan Shalat Subuh atau sebelum Shalat Zuhur dan Shalat Asar dikerjakan meski waktunya sudah masuk, tutur buya Abdul Muis. –nas *


Bookmark and Share   counter  Share


Info Terkait

BANGUN PONDASI AGAMA YANG KOKOH

BUPATI BERAMAHTAMAH DENGAN MASYARAKAT JORONG PINANG

PENGADILAN AGAMA GIATKAN PROGRAM PRODEO

KEHIDUPAN BERAGAMA CUKUP BAIK