Sosok
Pelayanan Terpadu
Pengunjung
  Visitors : 2693181
  Hits : 741
  Online : 14
Jum'at, 09 Desember 2016 / 8 Rabiul Awwal 1438 H
Potensi Perkebunan

Perkebunan merupakan salah satu tiang utama struktur perekonomian Kabupaten Sijunjung. Beberapa komoditi perkebunan yang ditanam di antaranya adalah karet, kelapa, sawit, coklat, manggis, dan kopi, baik oleh perkebunan rakyat maupun perkebunan besar. Perkebunan karet merupakan perkebunan yang yang hampir merata ada diseluruh wilayah Kabupaten Sijunjung. Berdasarkan analisa GIS yang dilakukan, luas lahan perkebunan yang dikelola secara intensif/perkebunan besar/plasma di Kabupaten Sijunjung adalah 5.123 ha (1.6% dari luas Kabupaten) dan 120.357 Ha (38.44%) dari total luas wilayah Kabupaten merupakan kebun campuran.

Komoditas perkebunan yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat adalah karet, kelapa sawit dan kakao (coklat). Sesuai  data dari Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan, produksi kakao Sijunjung mencapai 581,53 ton setiap tahun, karet sebesar 62.164 ton serta kelapa sawit sebesar 51.702 ton setiap tahun atau 7% dari produksi kelapa sawit Sumatera Barat. Produksi kelapa sawit dan karet tertinggi berada di Kecamatan  Kamang Baru yaitu sebesar 51.372 ton untuk kelapa sawit atau 99,36% produksi di Kabupaten Sijunjung dan 19.035,2 ton untuk karet atau 30,6% dari produksi kabupaten.

 

POTENSI DAN PELUANG INVESTASI PERKEBUNAN DI KAB. SIJUNJUNG

 

Lokasi
(Kec. & Nagari)

Komoditas yang sesuai

Luas Lahan tersedia/
potensial (Ha)

Pemasaran

Sarana Pendukung (transportasi, Air, Listrik, Telepon, dsb)

Kamang Baru

1. Klp Sawit
2. Karet
3. Coklat

30.000

Cukup baik dan mempunyai prospek untuk masa mendatang

- Transportasi ada
- Air Alami
- Listrik
- Telp tdk ada

Tj Gadang

1. Klp Sawit
2. Karet
3. Coklat
4. Nilam

13.500

Cukup baik dan mempunyai prospek untuk masa mendatang

- Transportasi ada
- Air Alami
- Listrik
- Telp tidak ada

Sijunjung

1. Klp Sawit
2. Karet
3. Coklat
4. Casia Vera

15.000

Cukup baik dan mempunyai prospek untuk masa mendatang

- Transportasi ada
- Air Alami
- Listrik
- Telp blm memadai

Lubuk Tarok

1. Klp Sawit
2. Karet
3. Coklat
4. Gambir

11.000

Cukup baik dan mempunyai prospek untuk masa mendatang

- Transportasi ada
- Air Alami
- Listrik
- Telp belum memadai

IV Nagari

1. Klp Sawit
2. Karet
3. Coklat

2.000

Cukup baik dan mempunyai prospek untuk masa mendatang

- Transportasi ada
- Air Alami
- Listrik
- Telp belum memadai

Kupitan

1. Karet
2. Coklat

1.500

Cukup baik dan mempunyai prospek untuk masa mendatang

- Transportasi ada
- Air Alami
- Listrik
- Telp belum memadai

Koto VII

1. Klp Sawit
2. Karet
3. Coklat

3.500

Cukup baik dan mempunyai prospek untuk masa mendatang

- Transportasi ada
- Air Alami
- Listrik
- Telp belum memadai

Sumpur Kudus

1. Klp Sawit
2. Karet
3. Coklat
4. Gambir

25.000

Cukup baik dan mempunyai prospek untuk masa mendatang

- Transportasi ada
- Air Alami
- Listrik
- Telp tidak ada

 

 

PROSPEK PENGEMBANGAN PERKEBUNAN KABUPATEN  SIJUNJUNG


No

Kecamatan

Komoditi (Ha)

Karet

Kelapa Sawit

Gambir

Casi Vera

Coklat

Nilam

1

Tnj.Gadang

2.607

13.500

-

608

300

40

2

Kamang Baru

10.882

28.800

-

617

400

2

3

Sijunjung

31.26

15.000

-

791

450

18

4

Lubuk Tarok

3.781

13.000

2000

117

200

17

5

IV Nagari

3.000

1.500

-

164

25

12

6

Kupitan

1.500

-

-

479

20

6

7

Koto VII

2.124

1.650

-

37

20

9

8

Sumpur Kudus

4.939

3.000

2000

15

20

7

 

 

31.959

76.450

4.000

2.828

1.435

111

 

Pada komoditi unggulan tanaman perkebunan di Kabupaten Sijunjung yaitu Karet, Kelapa Sawit, dan Kakao yang telah ditetapkan dalam rencana strategis sebelumnya dan ditambah dengan beberapa komoditi lainnya seperti nilam, pinang dan gambir. Pengembangan yang cukup signifikan dan paling banyak diusahakan oleh masyarakat yaitu karet, kelapa sawit dan kakao dengan luas areal yang dikelola cukup luas. Perkembangan produksi dan produktifitas maupun pertambahan luas areal semakin meningkat.

 

Karet merupakam salah satu komoditi utama perkebunan raknyat

 

Gambaran perkembangan produksi untuk masing-masing komoditi unggulan perkebunan di Kabupaten Sijunjung selama empat tahun dari tahun 2012 sampai dengan 2014 dapat  jelaskan  sebagai  berikut : untuk komoditi karet terjadi peningkatan produksi dan untuk komoditi kakao terjadi penurunan produksi yang cukup signifikan. Pertambahan produksi komoditi sangat ditentukan oleh pertambahan dari luas lahan yang produktif dan peningkatan produktivitas. Penurunan produksi diakibatkan karena sudah banyak tanaman berusia tidak produktif, sehingga mengakibatkan produksi menurun. Dalam hal ini Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan melalui program peningkatan produtifitas tanaman perkebunan khususnya komoditi karet dengan cara peremajaan tanaman karet.

Perkembangan luas tanaman komoditi tanaman perkebunan yaitu karet dan kakao dengan penjelasan sebagai berikut : untuk tanaman karet terjadi peningkatan atau penambahan luas tanaman baru (tanaman belum menghasilkan/TBM) sebesar 515 ha sejak tahun 2012. Kelapa sawit terjadi pengningkatan luas tanaman baru sebesar 91 Ha sejak 2012. Untuk tanaman kakao luas terjadi peningkatan luas tanaman baru seluas 13 ha dari tahun 2012 dan peningkatan luas tanaman produktif seluas 16 ha sejak tahun 2012. Tanaman keret sebagian besar diremajakan kembali dengan memfasilitasi petani berupa bantuan bibit bermutu oleh pemerintah daerah. Bantuan bibit bermutu dari pemerintah belum mencukupi kebutuhan masyarakat karena kemampuan pemerintah terbatas dalam penyedian bibit bermutu.

 

 

Sumber : Profil Kabupaten Sijunjung Tahun 2015 (BAPPEDA)

Terakhir di perbaharui : 31 Agustus 2016