Sosok
Pelayanan Terpadu
Pengunjung
  Visitors : 2548368
  Hits : 1058
  Online : 23
Senin, 26 September 2016 / 22 Zulhijjah 1437 H
Potensi Peternakan dan Perikanan

 

1)  Potensi SDM Peternak dan Pembudidaya Ikan.

Jumlah penduduk Kabupaten Sijunjung hasil Sensus Penduduk Tahun 2013 tercatat  214.560 jiwa terdiri dari laki-laki 107.156 jiwa dan perempuan 107.374 jiwa dan yang tercatat sebagai penduduk angkatan kerja 63,04 %,  jumlah penduduk yang bekerja 60,66 % (Sijunjung Dalam Angka tahun, 2013).

Dari jumlah penduduk yang bekerja tersebut, 49,66% berusaha di bidang pertanian secara umum (tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan pembudidaya ikan). Ketersediaan sumber daya manusia juga didukung oleh aspek budaya yang secara turun temurun sudah terbiasa melakukan kegiatan budidaya peternakan dan perikanan, sehingga hal ini merupakan potensi strategis pendukung pengembangan peternakan dan perikanan di Kabupaten Sijunjung ke arah yang lebih baik dan lebih cepat.

 

2)  Tersedianya SDM (Sumber Daya Manusia) pada Dinas Peternakan dan Perikanan.

Sumberdaya Manusia merupakan pelaksana dari pembangunan peternakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan. Saat ini Dinas didukung dengan 86 orang personil yang terdiri dari 56 orang PNS, 15 orang tenaga kontrak dan 15 orang tenaga harian lepas yang bertempat di seluruh unit kerja Dinas Peternakan dan Perikanan baik di kantor dinas di Muaro Sijunjung, di masing-masing kecamatan, di UPTD Pasar Ternak Palangki dan UPTD Balai Benih Ikan, Unit Pembibitan Unggas Muaro, Pabrik Pakan Mini, Puskeswan Muaro, Puskeswan Palangki, Puskeswan Kiliran Jao dan Depo ikan.

 

3)  Dukungan Sumber Daya Alam dan iklim yang memadai

Kabupaten Sijunjung merupakan salah satu Kabupaten di propinsi Sumatera Barat yang terletak pada  0° 18’ 43’’ LS - 1° 41’ 46’’ LS dan  100 º   37 ‘ 40 “ s/d  101 º   30 ‘ 52“ Bujur Timur dengan luas wilayah 3.130,40 Km2. Ketinggian : 100-1.500 m dpl, rata-rata curah hujan 193,645 mm/th, rata-rata hari hujan 11,2 hr / bulan. Kondisi iklim mempunyai tipe tropis basah dengan suhu maksimal 37 C°   dan minimal 21 C°. Iklim yang seperti ini sangat sesuai untuk pengembangan sapi potong terutama dari jenis lokal dan Bos Indicus.

Kondisi geografis ini juga didukung oleh letak wilayah yang sangat strategis karena berada dalam kawasan segitiga emas Sumbar, Riau dan Jambi yang tentunya sangat berpotensi sebagai daerah transit barang dan jasa termasuk komoditi–komoditi peternakan dan perikanan. Hal ini sekaligus sebagai potensi yang bisa dimanfaatkan sehingga tidak lagi sebagai daerah transit saja tapi sekaligus penyedia kedua komoditi tersebut. Kondisi topografi  Kabupaten Sijunjung bervariasi  dari datar bergelombang sampai perbukitan. Beberapa kecamatan berada pada  lahan curam dan sangat curam, hanya sebagian kecil wilayah yang temasuk kategori datar. Di seluruh wilayah mengalir 8 buah sungai dengan panjang lebih kurang 578 km. Sungai tersebut umumnya berhulu di Danau Singkarak Kabupaten Solok dan bermuara di Batang Kuantan (Propinsi Riau).  Jenis tanah sebagian besar termasuk dalam katagori Podsolik Merah Kuning dengan luas penyebaran lebih kurang 48 % dari luas wilayah keseluruhan. Pada beberapa tempat ditemui jenis tanah Andosol. Secara keseluruhan sumber daya alam tersebut sangat memadai untuk  mendukung keberhasilan pembangunan dibidang peternakan dan perikanan.

Daya tampung (carrying capacity) ternak ruminansia sesuai pola penggunaan lahan di Kabupaten Sijunjung dengan indeks satuan ternak (ST) adalah 99.922 ST, sementara populasi ternak ruminansia yang ada (sapi, kerbau, kambing dan domba) adalah 56.462 ekor atau setara dengan 28.231 ST. Dengan demikian kapasitas tampung yang masih tersisa adalah 71.691 ST. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat sebagai berikut :

 

Daya tampung ternak di Kabupaten Sijunjung dari ketersediaan lahan

 

Uraian

Daya tampung ternak ruminansia (ST)

1.

Ketersediaan lahan :

  1. Lahan garapan non kebun sawit
  2. Lahan garanap khusus kebun sawit

 c.  Semak belukar

 

37.283

53.066

9.573

 

JUMLAH

99.922

2.

 Populasi ternak ruminansia (2010) tdr dari sapi, kerbau, kambing domba

 

28.231

3.

Daya tampung yang masih bisa dimanfaatkan

a. Daya tampung lahan non sawit

b. Daya tampung lahan sawit

71.691

 

23.336

53.066

 

Selanjutnya potensi perikanan yang tersedia di Kabupaten Sijunjung adalah sebagai berikut :

 

 Potensi Perikanan Kabupaten Sijunjung

No

Uraian

Luas areal/ha/unit

1

2

3

4

5

6

7

8

 

Kolam

Sawah

Keramba

Sungai

Rawa

Telaga

KJA

Race way

5.064 ha

5.658 ha

3.075 unit

1.210,45 km

10 ha

16,25 ha

543 unit

159 unit

Sumber : Statistik perikanan tahun 2010

 

Secara keseluruhan sumber daya alam tersebut sangat potensial  untuk  mendukung keberhasilan pembangunan dibidang peternakan dan perikanan, khususnya untuk pengembangan komoditi unggulan Dinas Peternakan dan Perikanan yaitu sapi potong dan ikan nila.

 

4)  Adanya dukungan kebijakan dan pemerintah pusat dan pemerintah daerah

Pembangunan peternakan dan perikanan di Kabupaten Sijunjung sangat didukung oleh kebijakan baik dari pemerintah pusat dan daerah (propinsi dan kabupaten). Di tingkat pusat Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau dari Direktorat Jendral Peternakan Kementrian Pertanian memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembangunan peternakan di Kabupaten Sijunjung, karena untuk pencapaian swasembada daging sapi dan kerbau ini berbagai program diluncurkan ke daerah antara lain perbibitan ternak sapi, penyelamatan sapi betina produktif, intensifikasi Inseminasi Buatan dengan pembangunan Unit Layanan Inseminasi Buatan (ULIB) baru, intensifikasi kawin alam dengan bantuan pejantan pemacak unggul, bantuan langsung kelompok untuk pengembangan budidaya peternakan dalam bentuk kegiatan-kegiatan integrasi tanaman-ternak, Sarjana Membangun Desa, Village Poultry Farming, pengembangan sapi potong, pengembangan ternak kambing/domba dan program/kegiatan lainnya. Kemudian kebijakan Kementrian Kelautan dan Perikanan yang komit dengan target peningkatan produksi perikanan budidaya 353% pada tahun 2015 yang juga didukung dengan berbagai program dalam rangka pencapaian target dimaksud.  Dukungan dari pemerintah Propinsi Sumatera Barat juga sangat signifikan. Dengan program Gerakan Pensejahteraan Petani yang didalamnya terdapat program ‘satu petani satu sapi” merupakan dukungan untuk peningkatan usaha peternakan baik untuk komoditi sapi maupun komoditi peternakan dan perikanan lainnya.

 

5)  Mulai tumbuh kawasan peternakan dan perikanan

Kekuatan yang juga sangat penting  dalam  pembangunan peternakan dan perikanan di Kabupaten Sijunjung adalah mulai tumbuhnya kawasan peternakan dan perikanan. Kawasan itu adalah :

-  Kawasan pengembangan sapi potong di Kec. Kamang, Sijunjung, Koto VII, IV Nagari, Kupitan, Sumpur Kudus dan Kec. Tanjung Gadang.

-  Kawasan integrasi sapi-sawit di Kec. Kamang Baru dan Lubuk Tarok.

-  Kawasan pengembangan ayam buras di Kec. Sijunjung dan Lubuk Tarok.

-  Kawasan ternak kerbau di Kec. Sijunjung ,Koto VII, IV Nagari dan Lubuk Tarok.

-  Kawasan ayam petelur di Kec. Sumpur Kudus

-  Kawasan ayam ras pedaging di Kec. Sijunjung dan Koto VII

-  Kawasan ternak domba dan kambing di Kec. Kamang Baru, Lubuk Tarok, Sijunjung dan Kec. Sumpur Kudus.

-  Kawasan perikanan budidaya di Kec. Lubuk Tarok, Kec. Sumpur Kudus, Kamang Baru dan Kec. Tj. Gadang.

Kawasan peternakan atau perikanan dimaksudkan adalah wilayah tertentu dimana terdapat usaha  peternakan atau perikanan mulai dari hulu sampai hilir (sarana produksi, budidaya, pasca panen).

 

 Peluang Peternakan dan Perikanan

1)   Tingginya peluang pasar untuk produk peternakan dan perikanan

Permintaan pasar terhadap produk peternakan dan perikanan masih sangat besar. Untuk pemenuhan konsumsi lokal saja produk peternakan dan perikanan masih berpeluang besar. Konsumsi daging, telur, susu dan ikan masyarakat Kabupaten Sijunjung Tahun 2010 masing-masing adalah 4,5kg/cap/tahun, 2,07kg/cap/th, 1,07kg/cap/th dan 20,19kg/cap/th. Angka tersebut masih sangat jauh dibawah konsumsi nasional yaitu daging  10 kg/cap/th, telur 4 kg/cap/th, susu 8,2 kg/cap/th dan ikan 26 kg/cap/th.  Selain itu posisi Kabupaten Sijunjung yang berbatasan dengan propinsi Riau dan Jambi dinilai sangat strategis karena terdapat permintaan produk peternakan dan perikanan untuk pemenuhan kebutuhan merek. Permintaan yang cukup tinggi terhadap produk peternakan dan perikanan tersebut menjadi peluang pengambangan usaha peternakan dan perikanan di Kabupaten Sijunjung.

2)   Tersedia potensi lahan untuk kawasan

Penggunaan lahan di Kabupaten Sijunjung dapat dilihat pada Tabel berikut :

Luas Lahan Menurut Penggunaannya.

No

Jenis Penggunaan

Luas (ha)

%

1

2

3

4

 

 

5

6

7

8

9

10

11

12

Kampung/pemukiman

Industri

Pertambangan

Sawah :

  1. Irigasi Teknis
  2. Non Irigasi

Lahan Kering

Kebun campuran/sejenis

Perkebunan

Hutan

Padang/semak belukar

Perairan Darat

Tanah tandus/kosong

Lain-lain

4.901,8

19

607

 

9.300

2.228

31.322

12.102

72.681

159.764,8

19.146

18,75

885,5

104,3

1,57

0,01

0,19

 

2,97

0,71

10,00

3,87

23,21

51,03

6,12

0,01

0,28

0,03

 

Jumlah

313.080

100

 

Lahan kering, padang/semak belukar maupun tanah kosong yang masih sangat luas (51.353,5 ha) merupakan potensi untuk penyediaan pakan ternak untuk mendukung pengembangan peternakan di Kabupaten Sijunjung. Disamping itu lahan kebun campuran dan perkebunan (84.783 ha) juga merupakan potensi sumber pakan baik berupa limbah perkebunan atau  hijauan di lahan perkebunan yang diintroduksikan ternak ke dalamnya.

 

3)   Tingginya minat masyarakat berusaha di bidang peternakan dan perikanan

Berusaha di bidang peternakan dan perikanan semakin diminati oleh masyarakat Kabupaten Sijunjung. Setiap tahunnya permintaan bantuan sarana produksi (bibit/benih, pakan,dll) melalui proposal kepada Dinas Peternakan dan Perikanan sangat tinggi jumlahnya. Demikian juga bila dilihat dari usulan masyarakat melalui Musrenbang.  Tingginya minat ini disebabkan karena masyarakat menyadari berusaha peternakan ataupun perikanan dapat menjadi salah satu usaha untuk pemberdayaan ekonomi keluarga, disamping usaha ini tidak terlalu menyita waktu sehingga usaha lain (pertanian, perkebunan) tetap berjalan.

 

4)   Tersedia kelembagaan peternak dan pembudidaya ikan

Kelembagaan yang ada dalam menunjang pembangunan peternakan dan perikanan di Kabupaten Sijunjung antara lain 83 kelompok peternak dan 93 kelompok pembudidaya ikan, KTNA, Asosiasi peternak dan pembudidaya ikan, Koperasi Unit Desa, Koperasi berbasis komoditi peternakan dan perikanan, Koperasi serba usaha yang terse3bar hamper merata di seluruh kecamatan dan nagari.

 

5)   Tersedia kredit program dan pemodal lainnya

Perhatian pemerintah terhadap pengembangan usaha peternakan dan perikanan dari segi permodalan saat ini cukup besar. Tersedia bermacam skim kredit dengan bunga lunak dari perbankan, maupun beragam kredit dari pemodal lain seperti CSR (Coorporate Social Responsibility) perusahaan swasta, investor perorangan dari perantau, maupun kredit dari pemerintah seperti PUAP, KMN, UMKM dan lain sebagainya. Tinggal lagi bagaimana peternak dan pembudidaya ikan memanfaatkan berbagai kredit dimaksud.

 

 

Sumber : Profil Kabupaten Sijunjung Tahun 2015 (BAPPEDA)

Terakhir di perbaharui : 31 Agustus 2016