Sosok
Pelayanan Terpadu
Pengunjung
  Visitors : 1384222
  Hits : 87215
  Online : 20
Jum'at, 28 November 2014 / 4 Safar 1436 H
Potensi Pertambangan

Kabupaten Sijunjung merupakan wilayah yang kaya akan hasil pertambangan, terutama: batubara dan berbagai pertambangan mineral lainnya seperti emas, sirtu, dan tanah urug. Kegiatan ini dilakukan oleh individu dengan status kepemilikan tanah pertambangan berupa milik sendiri, sewa dan termasuk wilayah sungai. Penambangan dengan status individu ini (berijin/tidak berijin) dilakukan dibeberapa tempat dengan siste  tambang terbuka  sehingga  menyebabkan  kerusakan  lingkungan  pada  satu  daerah terlihat luas.

Berdasarkan peta tambang berizin dan potensi penyebaran bahan tambang di Kabupaten Sijunjung beberapa potensi bahan tambang dapat dikembangkan. Untuk lebih jelasnya penyebaran potensi bahan tambang di Kabupaten Sijunjung dapat dilihat pada tabel berikut :

 

POTENSI BAHAN GALIAN DAN MINERAL DI KABUPATEN SIJUNJUNG

NO

JENIS BAHAN GALIAN

LOKASI PENYEBARAN

PRAKIRAAN POTENSI

KETERANGAN

 

I.

 

BAHAN GALIAN BATUBARA

1.

Batubara

>>>  Sei Tambang

Terukur 5.904837 ton

Nilai Kalori 4.000-5.000 kkal/kg PT Karbindo Abess-yapadhy

>>>  Sisawah Tereka 4.000.000 ton Nilai kalori 6.000-7000 kkal/kgKUD Sisawah
>>>  Muaro
KUD Muaro
>>>  Lubuk Tarab 1.215.000 ton

Penyelidikan umum

>>> Parambahan/Bukit Bual Terukur 14.093.000 ton Nilai kalori 6.800 kkal/kg. PT. Allied Indo Coal.

 

II.

 

BAHAN GALIAN LOGAM

1.

Air Raksa

Tersebar di Sibalabu, Sei Tapir Batu Anjung, dan Gade Talang

Sumberdaya

 

Tahap inventarisasi

 

2. Besi (Bijih) Batu Manjulur Sumberdaya Tahap inventarisasi
3. Emas Tersebar di Sungai Batang Kuantan, Mundam Sakti dan Sungai Betung Sumberdaya Penyelidikan umum

 

III.

 

BAHAN GALIAN INDUSTRI

1. Andesit Tersebar di Perbukitan Salo (Tanjung Gadang) Sumberdaya Merupakan batuan beku intermediet, Andesit berwarna abu-abu muda
2. Batukapur >>>  Sumpur Hipotetik 1.018.750.000 ton Penyelidikan umum
>>>  Muaro

Hipotetik 2.082.500.000 ton

Penyelidikan umum
>>>  Bukit Sumanik, Tanjung Lolo, Tanjung Gadang

Tereka 348.260.000 ton (210 Ha)

Penyelidikan umum Batu kapur (Dolomitan setempat), berwarna abu-abu muda-tua, putih-kemerahan, masif, hampir tidak dijumpai berbentuk kristal-kristal halus, pejal dan kompak.
3.

Batu permata/½ Permata

Bukit Kulipat dan Kiliran Jao, Muara Takung, Tanjung Gadang

Sumberdaya

Tahap Inventarisasi Batu silika, berwarna putih kecoklatan, dalam bentuk primer dan hasil rombakan

4. Batutulis Taratak

Hipotetik 1.875.00 ton

Penyelidikan umum
5. Dolomit Bukit Batang Dareh, Tanjung Lolo, Tanjung Gadang

Terduga 40.000.000 ton

Penyelidikan umum, Dolomit berwarna

6.

Fospat Ngalau Buo, Ngalau Kecil dan Muko-muko

Sumberdaya

Penyelidikan umum
7. Grafit Muaro Takung, Tanjung Gadang Sumberdaya Penyelidikan umum
8. Granit >>>  Perbukitan Sibiluru-Sumpur (Bukit Talang, Lajang, Mambut dam Lawan), Tamparungo, Sumpur Kudus

Terduga 2.400.000.000 m2

Penyelidikan umum. Granit berwarna abu- abu bintik hitam, abu- abu kemerahan bintik putih, keras dan kompak, komposisi utama kuarsa dan felspar

>>> Lubuk Talang, Bancah Sibakur (Tj. Gadang), Bukit Langki, Langki (Tj. Gadang) B. Giri Loyo (Koto Baru), B. Dadap, Kampung Dalam (Sijunjung)

Sumberdaya  
         
9. Kuarsit >>>   Tamparungo (Sumpur Kudus)

Terduga 50 ha, 2.500.000.000 m3

Penyelidikan umum
         
10.

Marmer

>>>  Bukit Sangkar Ayam Tj. Lolo, Tj. Gadang

Terduga 25 ha, 700.000 m3

 
         
11.

Tanahliat

>>> Tersebar disekitar Bukit Buluh Kasok, Taratak dan Simpang IV Pematang Panjang (Sijunjung) Sumberdaya Penyelidikan umum
    >>>   Perbukitan dan pendataran Padang Laweh, Tj. Ampalu Sumberdaya Penyelidikan umum
    >>>   Padang Sibusuk, Kupitan Sumberdaya Penyelidikan umum
Kandungan
Unsure(%)
Al2O3 20,75, SiO2
58,42, Fe2O3 6,39,
Na2O 0,30, MgO 0,29,
CaO 0,12
    >>>  Tanjung Lolo, Tanjung Gadang Sumberdaya 210 Ha Kandungan
29nsure(%)
Al2O3 17,34-22,84,
Na2O 0,0011-0,0454,
MgO ttd-1,40, CaO
ttd-1,57
         
12.

Pasir Kuarsa

Palangki Hipotetik 62,5 juta ton Penyelidikan umum
         

 

Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Kab.Sijunjung dan BKPM Provinsi Sumatera Barat

 

Namun, potensi besar tersebut masih belum di ekploitasi secara optimal, indikasinya dapat dilihat dari jumlah produksi yang dihasilkan dari batu-bara dan sirtukil. Untuk batubara, pada tahun 2009 ini menurun dari tahun sebelumnya yaitu 223.254 Ton di Tahun 2008 menjadi 217.910 Ton di Tahun

2009. Selanjutnya, produksi Sirtukil di Kabupaten Sijunjung produksinya meningkat   pada   tahun   2009   dibandingkan   dengan   tahun   2008   yang produksinya hanya sebesar 9.679 M3 menjadi sebesar 21.856,96 m3 di Tahun 2009.

 

*terakhir diperbaharui : Oktober 2014 (admin)