Minggu, 24 Juli 2016 / 17 Syawwal 1437 H
Pelayanan Umum

PELAYANAN UMUM

1. PELAYANAN INSEMINASI BUATAN
2. PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER (KESMAVET)
3. PELAYANAN PENGENDALIAN PENYAKIT HEWAN MENULAR
  - VAKSINASI
  - PENGOBATAN
  - REPRODUKSI
4. PELAYANAN PENGENDALIAN RABIES
  - VAKSINASI
  - ELIMINASI ANJING LIAR
  - REKOMENDASI SITERGIGIT
5. BANTUAN BIBIT IKAN
6. RESTOCKING PERAIRAN UMUM
7. BANTUAN BIBIT AYAM BURAS
8. FASILITAS PASAR HEWAN
9. REKOMENDASI TEKNIS

 

I. PELAYANAN INSEMINASI BUATAN (ARTIFICIAL INSEMINATION SERVICES)

 

a. Pelayanan Mandiri

- Pelayanan dilaksanakan atas dasar laporan dari masyarakat adanya sapi berahi.

- Petugas mendatangi peternak baik secara pribadi  atau  kelompok

- Menarik iyuran sesuai dengan kesepakatan yang berlaku.

 

Teknis Pelaksanaan :

- Peternak/masyarakat menghubungi petugas IB

- Petugas IB datang kepeternak

- Pemeriksan berahi

- Pelaksanaan  IB bagi ternak yang sedang berahi.

 

b. Pelayanan  Massal/Sinkronisasi Berahi

- Kelompok peternak mengajukan permohonan ke Dinas Peternakan dan Perikanan

Teknis Pelaksanaan :

- Ternak dikumpulkan oleh kelompok masyarakat

- Diperiksa kondisi siklus berahi

- Yang kondisi berahi disuntik kawin / di inseminasi

- Yang tidak berahi disuntik peransang berahi

- Paska suntik peransang  3 - 14 hari setelah menunjukkan tanda berahi disuntik kawin

- Petugas tidak menerima iyuran/ biaya

 

II. PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER (KESMAVET)

Pengendalian Pengawasan dan pemeriksaan bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan yang dikonsumsi oleh masyarakat untuk diupayakan dikelola secara aman , sehat, utuh dan halal ( ASUH ).

Teknis :

1. Pasif

Pemeriksaan lalu lintas hewan BAH dan HBAH dengan mengeluarkan surat keterangan kesehatan hewan atau surat keterangan BAH dan HBAH.

2. Aktif

Pemeriksaan di RPH dan TPH secara periodik , pemeriksaan ditempat penjualan/pasar BAH, Uji sampel BAH dan HBAH di Laboratorium yang dilakukan secara berkala.


III.  PELAYANAN PENGENDALIAN PENYAKIT HEWAN MENULAR

Pelayanan Pengendalian Penyakit Hewan Menular oleh Dinas Peternakan dan Perikanan antara lain :

 

1. P3H : Pengendalian Pemberantasan Penyekit Hewan Menular Strategis

 ( SK Mentan )

* Aktif : Medis paramedis penyakit Zoonosis

*Pasif : Menerima laporan kejadian penyakit dan merespon dengan berkoordinasi bersama  UPTD Puskeswan

2. P2H : Pengamatan Penyakit Hewan

A. Desinfeksi

Penyemprotan desinfektan untuk membasmi hama dan penyakit ternak

Prosedur :

Terdapat 2 prosedur desinfeksi :

       1. Desinfeksi yang diprogramkan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (bebas biaya)

-  Dinas Peternakan dan Perikanan mengumumkan jadwal pelaksanaan Desinfeksi kpd masyarakat melalui Wali nagari

-  Petugas paramedis veteriner dan dokter hewan berwenang melakukan penyemprotan  di beberapa titik lokasi pada setiap jorong.

       2. Pelayanan Desinfeksi  sesuai permintaan peternak

-  Peternak langsung menghubungi Poskeswan atau petugas paramedis veteriner di setiap kecamatan.

-  Petugas mendatangi peternak untuk melayani Desinfeksi sesuai permintaan.

-   Peternak dikenakan biaya Desinfeksi

B. Vaksinasi

Merupakan pelayanan vaksinasi oleh petugas (dokter hewan dan paramedis veteriner) untuk :

-       Ternak besar (sapi dan kerbau) yakni vaksinasi SE (Septicemia Epizootica) dan Jembrana

-       Vaksinasi flu burung (Avian Influenza), ND bagi ternak unggas.

 

Prosedur :

Terdapat 2 prosedur vaksinasi :

    a.  Vaksinasi yang diprogramkan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (bebas biaya)

 

 -   Dinas Peternakan dan Perikanan mengumumkan jadwal pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat melalui Wali nagari

 -   Petugas paramedis veteriner dan dokter hewan berwenang melakukan vaksinasi kepada ternak yang telah dikumpulkan oleh peternak di beberapa titik lokasi pada setiap jorong.

    b. Pelayanan Vaksinasi sesuai permintaan peternak

           1. Peternak langsung menghubungi Poskeswan atau petugas paramedis veteriner di setiap kecamatan.

           2. Petugas mendatangi peternak untuk melayani vaksinasi sesuai permintaan.

           3. Peternak dikenakan biaya vaksinasi

 

C. Pemeriksaaan  Laboratorium

Pengambilam sampel darah dan feaces  untuk pemeriksaan labotarorium

Yankeswan : Pelayanan Kesehatan Hewan

Pengobatan Massal pro aktif

* Mengumpulkan ternak masyarakat untuk diobati secara masal dan gratis.

* Menerima laporan

D. Pengobatan Bagi Ternak Sakit

Merupakan pelayanan pengobatan bagi ternak yang menderita sakit oleh dokter hewan atau petugas paramedis veteriner.

Prosedur Pelayanan :

 1. Peternak langsung menghubungi Puskeswan atau petugas paramedis veteriner di setiap kecamatan.

 2. Petugas mendatangi peternak untuk melayani pengobatan.

  3. Peternak dikenakan biaya pengobatan

 

E. Pelayanan Reproduksi Ternak

Pelayanan Reproduksi ternak merupakan pelayanan oleh paremedis veteriner dan dokter hewan dalam menangani masalah reproduksi ternak. Pelayanan tersebut antara lain :

  1. Pemeriksaaan kebuntingan oleh petugas PKB
  2. Penanganan gangguan reproduksi (abortus, dll) oleh ATR dan atau dokter hewan
  3. Penanganan kelahiran ternak oleh ATR dan atau dokter hewan

 

Prosedur pelayanan :

Peternak yang mendapati gangguan reproduksi pada ternaknya melapor ke Puskeswan terdekat untuk segera dilayani oleh petugas

  1. PELAYANAN PENGENDALIAN RABIES
    1. VAKSINASI ANJING /KUCING/KERA PELIHARAAN

Pelayanan vaksinasi gratis untuk hewan peliharaan (anjing, kucing, kera) setiap tahun. Prosedurnya Dinas Peternakan dan Perikanan mengumumkan jadwal pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat melalui Wali nagari, kemudian petugas paramedis veteriner dan dokter hewan berwenang melakukan vaksinasi kepada hewan peliharaan.

  1. ELIMINASI ANJING LIAR

Merupakan kegiatan rutin Dinas Peternakan dan Perikanan sebagai upaya pengendalian kasus gigitan hewan tersangka rabies di masyarakat. Kegiatan ini berupa peracunan anjing liar yang berkeliaran di sekitar pemukiman penduduk. Peracunan dilakukan secara terpadu melibatkan petugas Dinas Peternakan dan Perikanan dan petugas kecamatan serta petugas nagari.

 

 

  1. REKOMENDASI SITERGIGIT

Merupakan pemberian rekomendasi bagi penderita gigitan hewan tersangka rabies kepada PUSKESMAS sebagai rekomendasi perlu atau tidaknya korban gigitan hewan tersangka rabies diberi suntikan antilyssa.

Prosedur pelayanan :

  1. Penderita gigitan hewan tersangka rabies melapor ke Dinas Peternakan dan Perikanan atau ke Puskeswan atau ke petugas di kecamatan stempat.
  2. Petugas memeriksa kondisi hewan yang menggigit jika masih ada (bila mati diambil spesimen otak untuk dikirim ke BPPV Reg II Baso untuk diperiksa lebih lanjut, bila masih hidup dilakukan observasi selama 14 hari)
  3. Petugas memberikan rekomendasi sitergigit pada PUSKESMAS terkait.

 

  1. BANTUAN BIBIT IKAN GRATIS

Merupakan pelayanan Dinas Peternakan dan Perikanan dalam rangka memfalitasi petani pembudidaya dalam melaksanakan upaya pembesaran ikan untuk meningkatkan produksi ikan konsumsi. 

Prosedur :

Kelompok Petani Pembudidaya Ikan/Perorangan yang mempunyai kolam atau sawah yang akan diisi bibit ikan membuat permohonan bantuan bibit ikan nila Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Sijunjung.  Dinas Peternakan dan Perikanan akan melakukan pengecekan keadaan Kolam/Sawah dimaksud dan bila ternyata memang dibutuhkan, akan dilakukan penebaran bibit ikan nila di perairan tersebut.  

  1. RESTOCKING PERAIRAN UMUM

Merupakan pelayanan Dinas Peternakan dan Perikanan dalam rangka menjaga keseimbangan habitat perairan umum antara lain telaga dan lubuk larangan berupa penebaran bibit ikan nila ke perairan umum dimaksud.

Prosedur :

Nagari dimana telaga dan atau lubuk larangan berada membuat permohonan restocking kepada Bupati cq. Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Sijunjung.  Bila anggaran tersedia, Dinas Peternakan dan Perikanan akan melakukan pengecekan keadaan lubuk larangan/telaga dimaksud dan bila ternyata memang dibutuhkan, akan dilakukan penebaran bibit ikan nila di perairan tersebut. 

  1. BANTUAN BIBIT AYAM BURAS  UMUR 2 BULAN  GRATIS

Merupakan pelayanan Dinas Peternakan dan Perikanan dalam rangka memfalitasi petani peternakn  dalam melaksanakan upaya pembesaran ikan untuk meningkatkan produksi dan populasi unggas di kabupaten Sijunjung.

Prosedur :

Kelompok Petani Peternak/Perorangan yang mempunyai kandang atau lahan yang akan dimanfaatkaan budidaya ayam buras membuat permohonan bantuan bibit ayam buras pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Sijunjung.  Dinas Peternakan dan Perikanan akan melakukan pengecekan keadaan kelompok/lahan/kandang dimaksud dan bila ternyata memang memenuhi syarat untuk budidaya ayam buras, akan dilakukan penyebaran bibit ayam buras umur 2 bulan pada kelompok/perorangan yang memenuhi syarat tersebut.  

  1.  FASILITAS PASAR HEWAN

Menyediakan sarana tempat bertransaksi dan sarana pemeriksaan lalulintas dan kesehatan termak/hewan

  1.  REKOMENDASI TEKNIS

Merupakan pemberian rekomendasi teknis bagi peternak/pemohon ,  untuk kelayakan usaha untuk mengurus pada akses pembiayaan atau izin usaha produksi atau peredaran pakan ternak dan atau obat hewan, izin usaha peternakan rakyat, izin usaha pemotongan hewan/ternak sebagai rekomendasi tentang kelayakan suatu usaha peternakan yang akan diberikan izin.

  1. PELAYANAN BANTUAN KELOMPOK TANI/TERNAK BERSUMBER APBD KABUPATEN

 

1. Proposak kepada Bupati

2. Verifikasi dari Dinas secara berjenjang

 

Syarat :

1. Kelompok terdaftar di Data Base dinas dan sudah berbadan hukum

2. Sertifikat Kelas Kelompok

3. BA Pendirian Kelompok

4. Surat Keterangan Domisili kelompok

5. Susunan organisasi dan keanggotaan dilampiri foto copy KTP

6. Proposal dan Surat permohonan secara berjenjang telah ditanda tangani :

a. Ketua Kelompok

b. Petugas  Puskeswan di wilayahnya

c. Wali Nagari

d. Kepala UPTB BPK setempat

e. Camat

7. Sertifikat Kelas Kelompok

8. BA Pendirian Kelompok

9. Surat Keterangan Domisili kelompok

10. Susunan organisasi dan keanggotaan dilampiri foto copy KTP

11. Proposal dan Surat permohonan secara berjenjang telah ditanda tangani :

a.Ketua Kelompok

b.Penyuluh diwilayahnya

c. Petugas  Puskeswan di wilayahnya

d. Wali Nagari

e.Kepala UPTB BPK setempat

f.Camat

 

  1. FASILITASI BANTUAN SOSIAL/HIBAH BERSUMBER APBD PROPINSI DAN APBN

1. Proposak ke Instansi yang dituju

2. Dilakukan Verifikasi  oelh  Dinas.

Syarat :

 

1. Kelompok terdaftar di Data Base dinas dan sudah berbadan hukum

2. Sertifikat Kelas Kelompok

3. BA Pendirian Kelompok

4. Surat Keterangan Domisili kelompok

5. Susunan organisasi dan keanggotaan dilampiri foto copy KTP

6. Proposal dan Surat permohonan secara berjenjang telah ditanda tangani :

a.Ketua Kelompok

b.Penyuluh diwilayahnya

c. Petugas  Puskeswan di wilayahnya

d. Wali Nagari

e.Kepala UPTB BPK setempat

f.Camat

 

 

Sumber: Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Sijunjung

Terakhir di Perbaharui : 22 Juli 2016